Latest Entries »

Rumah Lama, Rumah Baru

Akhirnya punya rumah sendiri.

Lalu rumah yang lama gimana? Ya biarkan saja. Biarkan menjadi kenangan. :roll:

Mari berkunjung ke rumah yang baru: http://erricgunawan.com/blog :wink:

Hidup Anda #galau ?

Hidup Anda #galau ?

Beginilah Firman Tuhan:

View full article »

About Blue: Archive 02

Sekedar Arsip. Update terbaru, silakan langsung menuju halaman About Blue.

***

Tentang yang punya blog dulu.

Lahir dan menghabiskan masa putih-merah sampai putih-abu-abu di Semarang. Pindah ke Jogja, katanya untuk kuliah, tapi lebih sering main ke gereja daripada kampus. Selesai kuliah, mencoba nyari nafkah di Solo buat balik modal. Nyatanya, nggak tahu modalnya sudah balik apa belum, tapi orangnya balik duluan ke Jogja. Semasa si nafkah masih di Solo, sempat akrab dan hampir tiap hari kencan dengan Prameks. Kabar terakhir, nafkah sudah balik ke Jogja. Jadi tidak pantas lagi menyandang nama Joglosemar. Malah sekarang menyandang status baru, gara-gara sekarang tinggal serumah dengan mantan pacarnya yang terakhir.

Ngaku anak IT. Punya Fesbuk tapi lebih aktif di Twitter. Kalau dulu kerjaannya tiap hari melototin laptop sambil sok menganalisis, sekarang mau gak mau harus belajar coding lagi. Masih punya mimpi suatu saat bisa kerja dari rumah. Tapi masih harus ngumpulin banyak modal. Bukan hanya dengkul, tapi jelas duit, pengalaman, teman dan terutama niat serta disiplin.

Sekarang tentang blognya.

Bikin blog pertama kali Maret 2008. Jadi sampai berita ini diturunkan, blog sudah berumur dua tahun. Dulu bikin karena ikut-ikutan tren dan merasa blog itu keren. Ketika temen-temennya mulai jarang apdet blog, akhirnya ikut-ikutan males apdet juga. Baru setelah merasa dapet sparing partner baru, blog jadi rajin dijamah sampe-sampe halaman About sudah di-apdet dua kali.

Sebelumnya berisi penuh dengan curhat dan keluh kesah soal teman kencannya yang ditumpangi tiap hari (Prameks maksudnya!). Kadang diselingi berbagi pengalaman sehari-hari yang gak mutu. Pengen bikin posting yang pendek-pendek saja. Biar yang mbaca gak capek. Tapi sampai saat ini belum berhasil, kecuali untuk lagu-lagu Sekolah Minggu. Yang terakhir ini di-posting dengan alasan biar blog tetap ter-apdet pengen punya sendiri koleksi lagu-lagu Sekolah Minggu. Baru semenjak mengejar nafkah yang lari ke Jogja, mulai mem-posting hal-hal yang berbau IT.

Jadi, tertarik untuk mengikuti perkembangan blog ini? Udah, langganan aja biar gak ketinggalan.

Atau Anda menyesal telah mampir ke sini? Gak dapet sesuai yang diharapkan?

Coba baca-baca ulang dulu. Coba tanya mereka-mereka yang udah mampir ke sini.

Masih belum nemu yang pas? Malah tambah menyesal?

Ya sudah, sana pergi! Silakan angkat kaki dari sini dan tutup browser Anda. :twisted:

So, anyway, it’s me.

Find anything about me and my interest here.

Enjoy yourselves! :D

Semut dan Kepompong

Di suatu hutan yang rindang, hidup berbagai binatang buas dan jinak. Ada kelinci, burung, kucing, capung, kupu-kupu dan yang lainnya. Pada suatu hari, hutan dilanda badai yang sangat dahsyat. Angin bertiup sangat kencang, menerpa pohon dan daun-daun. Kraak! terdengar bunyi dahan-dahan berpatahan. Banyak hewan yang tidak dapat menyelamatkan dirinya. Badai baru berhenti ketika pagi menjelang. Matahari kembali bersinar hangatnya.

Tiba-tiba dari dalam tanah muncul seekor semut. Si semut terlindung dari badai karena ia bisa masuk ke sarangnya di dalam tanah. Ketika sedang berjalan, ia melihat seekor kepompong yang tergeletak di dahan daun yang patah.

View full article »

Bandung Day #5: Manis

Ada yang bilang, kalau makanan di Bandung (Sunda, Jawa Barat) itu kebanyakan manis.

Dan memang setelah merasakan lima hari berada di sini, rata-rata makanannya cenderung manis. Bahkan sambalnya pun lebih berasa manisnya daripada pedasnya. Yah, setidaknya ini menurut penilaian orang yang biasa hanya tahu ‘rasa’ suka dan tidak suka. :D

View full article »

Bandung Day #4: One Way

Pertama kali tiba di Jogja untuk kuliah, berasa banyak nemu jalan satu arah (Jl. Urip Sumoharjo/Jl. Solo, Jl. Mangkubumi, Jl. Malioboro, Jl. Bhayangkara).

Pertama kali ke Solo untuk kerja, banyak nemu jalan satu arah juga (Jl. Slamet Riyadi, Jl. Rajiman, Jl. Honggowongso).

Waktu di Jogja atau di Solo, ada yang gak mau kalah, bilang kalo di Semarang lebih banyak jalan satu arahnya (Jl. MT. Haryono/Jl. Mataram, Jl. Dr. Cipto).

Nah, waktu mau berangkat Bandung, selain pesan yang satu ini, temen juga bilang, hati-hati kalau di Bandung, karena banyak jalan satu arahnya. (Terbukti sewaktu tiba di sini subuh-subuh, lihat banyak jalan dengan plang ‘forbodden’-nya. Sayang nama jalan tidak terbaca karena masih gelap).

Jadi kesimpulannya, semua kota di Indonesia itu, banyak jalan satu arahnya, ya? :roll:

Bandung Day #3: Memori dan Sepatu

Beberapa hari ini makan siang bareng temen-temen kantor, jadi teringat lagi masa-masa itu. Masa-masa waktu makan bareng di ruang makan yang (relatif) kecil dan gelap, keluar makan di Warung Kecil, maupun ngantri makan di ruang belakang karena jumlah yang mau makan tidak berbanding lurus dengan tempat yang tersedia.

View full article »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 85 other followers