Jangan Pinjam di Studio One

November 9, 2009 at 2:43 pm | In Pengalaman | 13 Comments
Tags: , ,

Kalau Anda belum berumur 25 tahun. Serius ini.

Bagi Anda yang berdomisili di kota Yogya atau pernah tinggal di Yogya, pasti tahu Studio One. Salah satu rental CD/VCD/DVD yang cukup besar di kota ini. Tapi saya baru tahu kalau mereka menerapkan kebijakan yang cukup “aneh” menurut saya. Ini terjadi tepatnya kemarin (Minggu, 8 Nov 2009) ketika saya mau meminjam CD di sana.

Jadi ceritanya gini. Minggu sore, saya sampai di Studio One yang ada di Jakal (Jl. Kaliurang). Saya langsung memilih beberapa CD mp3 yang saya perlukan untuk keperluan edit rekaman suara. Sementara pasangan saya memilih-milih beberapa games yang dia suka. Kemudian saya menyerahkan pilihan CD mp3 saya (3 buah) dan semuanya tersedia. Karena memang itu koleksi lama. Sampai di sini masih baik-baik saja. Hingga kemudian, …

“Enam ribu Mas,” kata Mbak-nya. Maksudnya memberi tahu saya berapa yang harus dibayar untuk tiga keping itu.

Saya pun menyahut sambil menyerahkan pilihan CD games milik pasangan saya. Di situ tertera ada 5 pilihan CD.

“Sama ini sekalian, Mbak, “

Mbak-nya pun masuk dan mencarikan CD-CD tersebut. Semuanya juga ada, karena saya lihat sekilas memang itu juga koleksi lama. Sebangsa Yahoo Games dan games-games kecil lainnya. Pasangan saya pun memutuskan untuk mengambil semuanya. Dan Mbak-nya pun menyahut dengan manis,

“Tapi Mas, satu ID maksimal hanya boleh enam”

Sebelum itu, memang saya berencana menggunakan ID (KTP) pasangan saya sebagai jaminan. Karena di tempat lain, biasanya KTP saya ditolak. Bukan karena saya teroris, tapi karena KTP saya masih tercatat dari luar kota (Semarang). Saya pun menyerahkan KTP saya untuk “dinilai” apakah bisa dipakai di situ. KTP saya “lolos sensor”. Baguslah. Dan ternyata data saya pun masih tercatat pernah meminjam di Studio One Jakal. Terbukti dari Mbak-nya yang bisa menyebutkan alamat saya di Yogya. Nah, masalah mulai timbul ketika saya menyerahkan ID (KTP) pasangan saya untuk diproses.

“Maaf Mas, kalau yang ini maksimal peminjaman cuma boleh dua.”

Saya sempat kaget. Pikir saya, apa pasangan saya ini ada tampang teroris? Atau setidaknya pernah terkena kasus, misalnya pernah minjam tapi gak balikin, atau semacamnya. Sehingga kaya di black-list gitu. Pasangan saya yang merasa aneh dan jelas gak punya kasus dengan Studio One, mulai menampakkan wajah gak suka. Tapi daripada malah berujung ribut-ribut yang gak perlu, saya mencoba memberi solusi,

“Kalau punya saya bisa?” (maksudnya bisa enam)

“Bisa, ” jawab Mbak-nya.

“Ya udah, bikin aja ID saya enam, trus ID yang itu (punya pasangan saya) dua, ” saran saya.

Pasangan saya yang masih penasaran, mencoba bertanya dengan nada yang sopan dan manis tapi muka ditekuk.

“Memangnya, kalau boleh tahu, kenapa punya saya gak bisa, ya Mbak?”

“Karena tahun kelahirannya, Mbak, ” jawab Mbak-nya pendek.

Nah, di sini, gantian saya yang mulai merasa aneh. Memangnya pasangan saya ini masih di bawah umur? Dan lagian kami gak minjem film bokep atau film dewasa lainnya. Meskipun pengen.

“Lho mbak, tapi ini cuma CD Games biasa lo, Mbak!” sahut saya agak keras, sehingga pelanggan di sebelah menoleh.

“Iya, tapi memang aturannya gitu, Mas, ” jawab Mbak itu dengan jutek-nya.

Saat ini, kondisi saya dan pasangan mulai panas. Tapi saya mencoba bersabar. Tiba-tiba mbak-nya ngomong lagi,

“Tapi Mas, yang punya Mas tadi (3 keping CD mp3 tadi) sudah masuk e, Mas. “

“Jadi yang ini (ID pasangan saya) cuma bisa dua aja, ” tambah Mbak-nya.

Maksud Mbak-nya, tiga keping yang mau saya pinjam sudah diproses dalam satu transaksi. Saya pun menjawab,

“Gak bisa ditambahin po Mbak? Atau bikin transaksi baru aja. “

Nada saya saat itu sih masih baik-baik aja. Tapi pasangan saya udah mulai malas,

“Udah Mbak, gak usah aja,” dengan nada cukup tinggi.

Saya berusaha menenangkan pasangan saya sambil mencoba mencari solusi ataupun tambahan informasi kenapa ID pasangan saya tidak boleh digunakan untuk meminjam maksimal enam keping.

“Memangnya kenapa sih Mbak, kok yang ini gak boleh? Teman saya yang lebih muda dari ini aja biasa minjem di sini, lho Mbak.”

Terpaksa saya “menyeret-nyeret” teman saya yang kelahiran tahun 90an (jauh lebih muda daripada saya maupun pasangan) dan saya tahu dia sering pinjem di Studio One ini. Bahkan dia pula yang menyarankan saya untuk ke situ.

“Mungkin temen-nya Mas itu ngasi ID yang laen, ditambah dengan KTM, gitu”

Oke… Jadi kalau di bawah umur 21 tahun malah boleh minjem sampai maksimal enam, tapi antara umur 21 sampai 25 tahun (pasangan saya belum nyampai 25) maksimal cuma boleh pinjem dua ?!!?

Dan Mbak-nya pun menutup dengan gaya yang persis sama kayak Mbak-Mbak CS yang biasa nongkrong di Operator Seluler ataupun bank-bank swasta yang cukup terkenal,

“Ya memang gitu mas aturannya dari Manajemen. Saya juga gak tahu alasannya apa. Saya cuma njalanin aja.”

Huff….

Akhirnya kami pulang hanya dengan tiga keping CD mp3 plus rasa kesal. Bahkan dari tiga keping itu, salah satunya gak bisa dibuka. Saya sudah coba di dua laptop dan satu PC. Dan saya malas untuk menukarnya.

Jadi, jangan pinjam CD/VCD/DVD di Studio One, kecuali Anda sudah berumur 25 tahun. Atau Anda siap kecewa dan hanya boleh pinjam maksimal dua keping. Langsung itu kesimpulan dan asumsi yang ada di pikiran saya waktu itu.

Belakangan, besok paginya (Senin, 09 Nov ‘09) saya iseng browsing dari Google, dan menemukan ini.

Saya copy-paste di sini bagi yang repot membuka link-nya:

Re: [ASK]tempat rental CD favorit + terkumplitlitlittt

« Reply #52 on: May 10, 2008, 03:42:37 PM »

mau “murah” di DH’91, jalan affandi gejayan selatan jembatan merah, pinjem 3 bonus 2 (09.00-18.00), dvd program 5rb, mbaknya cantik2 bro, cuma sayangnya dia cuma nyetok dikit jadi judul2 baru pasti outstock , terus enggak semua judul pilem and program dia stok, dia cuma nyetok judul2 yang ratingnya “tinggi”.

mau lengkap di wahana, cuma agak mahal sih, dvd 6rb, trus kalo ukuran file instalasi programnya 4,6GB dia enggak burn sisanya di cd tapi ke dvd, jadi ongkosnya jadi 12rb :’(, kekurangan lainnya gak bisa minjem pilem ama program sekaligus (setahuku looh), dan kadang2 bikin sebel— karena sering ganti karyawan jadinya peraturannya sering berubah, misal ada dua judul farcry, yang satu 3cd satunya 4cd, kalo udah pinjem yang 3cd trus mau tuker yang 4cd kagak bisa (kan sama aja), padahal belum ada dua jam, ‘n dulu juga pernah kaya gitu juga boleh kok .

studioone udah gak asik lagi, masak kemarin sore mo pinjem harus pake ktm ama ktp, kalo enggak harus sim, walah…, trus aku mau pegang pengenal apa?, batal deh minjemnya. -alasan mbaknya sih kalo ktm/ktp gak bisa kalo tahun 84keatas, harus 83kebawah (apa hubungannya?), katanya diperketat karena banyak cd yang hilang, @$$!-!0!3- jadi trauma gue, seneng2 mau pinjem tahu2 dibilang “maap mas kelahiran 85 ya?, harus sama ktp, kalo enggak harus pake sim”, emosi… , mau lahir tahun berapa suka2 gue dong.

Owalah, ngono toh…. Dan komplain itu tertanggal 10-Mei-2008. Sudah setahun lebih. Berarti memang saya yang ketinggalan berita….

13 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. plus ketinggalan update blog
    peace (^_^)v

    • Lebih baik terlambat, daripada lama gak ng-update blog
      :mrgreen:

  2. Memang susah berusia tanggung itu ya…
    Anak-anak jelas bukan (karena sudah jenggoten), tapi tua juga enggak (karena cuma boleh pinjam 2 keping)…

    ** apa hubungannya?? **

    • Yang penting udah boleh nonton pilem 17 taon plus …

  3. sepertinya usia-usia tersebut merupakan usia para kriminal yang ditangkap ma polisi..
    *apa hubungannya coba*

    • ayo cepat lari Yos… keburu ditangkep…

      • weitz.. apa nih maksudnya..

  4. betul….malah kemaren aku pake uang jamiinan 80 ribu karena ada masternya. kalo ga pake yg master jaminan 30 ribu….rental yang anehhh

  5. kalo ga percaya gitu mending dia minjemin cd ke sodara2nya sendiri aja

    • tul.. kalo gak niat buka rental, ya mending tutup aja sekalian.. kehilangan itu dah resiko rental.. sama halnya kalo nyopet kalo ketangkep polisi ya sudah resiko..

      *apa hubungannya coba*

  6. lah yang dipinjemin juga bajakan bukan?
    (ninja)


Leave a comment

XHTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.