Hidup Anda #galau ?
Beginilah Firman Tuhan:
“Kenapa ya, orang sering tidak suka ketika menerima suatu masalah.
Padahal di dalam ‘masalah’ itu ‘kan ada eMAS dan A(L)LAH.”
- Ev. Andreas Christanday, STh, MA.
Pada KPI (Kebaktian Pembinaan Iman)
di GKI Ngupasan, Kamis, 2 Juni 2011.
Dalam kitab 2 Samuel 9 ada sebuah kisah yang dengan jelas sekali menggambarkan arti CHARIS atau anugerah. Pada waktu itu Daud telah menjadi raja atas seluruh wilayah Israel dan menikmati ketentraman dan kemenangan yang besar. Semua pertikaian untuk tahta telah selesai dan Daud keluar sebagai pemenang yang luar biasa sebagai raja yang berdaulat penuh. Dalam keadaan yang nyaman seperti ini, Daud ingat bahwa dahulu ia pernah mengadakan ikat-janji dengan anak Saul yang bernama Yonatan. Oleh karena itu ia bertanya apakah masih ada keturunan Saul yang masih hidup (2 Samuel 9 : 1 – 2).
Ini artikel “aslinya” dari artikel yang kemarin. Kenapa saya bilang “asli” pakai tanda petik? Karena menurut saya, beberapa bagian artikel kemarin memang tampak seperti terjemahan artikel hari ini. Tapi rasanya kok, artikel dalam bahasa Inggris ini lebih lengkap. Mohon maaf bila lagi-lagi ini re-post dan sekali lagi, sekalian untuk update blog. Tapi saya bahkan lebih suka artikel “aslinya” daripada yang kemarin
***
An Atheist Professor of Philosophy was speaking to his Class on the Problem Science has with GOD, the ALMIGHTY. He asked one of his New Christian Students to stand and …
Professor : You are a Christian, aren’t you, son ?
Student : Yes, sir.
Professor : So, you Believe in GOD ?
Student : Absolutely, sir.
Professor : Is GOD Good ?
Student : Sure.
Professor : Is GOD ALL – POWERFUL ?
Student : Yes.
Professor : My brother died of Cancer even though he Prayed to GOD to Heal him. Most of us would attempt to help others who are ill. But GOD didn’t. How is this GOD good then? Hmm?
(Student was silent)
Mungkin anda sudah pernah baca ini. Atau sering malah. Tidak apa-apa lah, sekali-kali saya re-post sekalian untuk ng-update blog. Karena saya memang suka dengan bacaan berikut ini.
***
Apakah Tuhan menciptakan kejahatan? Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini,
“Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?”
Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, “Betul, Dia yang menciptakan semuanya”.
“Tuhan menciptakan semuanya?” tanya profesor sekali lagi.
“Ya, Pak, semuanya” kata mahasiswa tersebut.
Profesor itu menjawab, “Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan.”