Pagi tadi di Prameks. Terjadi keributan antara penumpang dengan kondektur.
Kondektur menghampiri mbak-mbak, yang duduk persis di samping saya, dengan maksud memeriksa karcisnya. Mbaknya pun mengulurkan secarik uang Rp.50.000,00 seraya berkata,
“Tadi telat Pak, hampir ketinggalan kereta.”
Kondektur tampak menunjukkan wajah tidak senang. Lalu ia melewati Mbaknya dan memeriksa karcis penumpang lain. Tak berapa lama, ia kembali lagi menghampiri Mbaknya.
“Kalau bayar di atas kereta tarifnya dua kali lipat, Mbak.”
Sang Mbak pun kaget dan tampak tidak terima.
“Ah, biasanya yang lain juga harganya sama, kok Pak.”
View full article »